Search

Breaking News

Sejarah Nyepi Dan Tahun Baru Saka Menjadi Tradisi Bali


Cybernewsindonesia.id | Buleleng - Umat Hindu Tengah Merayakan Tahun Baru Saka 1947 Yang Bertepatan Pada Hari Sabtu 29 Maret 2025 Senada Dengan Ini, Umat Hindu Juga Akan Melakukan Tradisi Nyepi

Dan Selama Nyepi, Umat Hindu Tidak Boleh Melakukan Aktivitas Umum Contoh Seperti Keluar Rumah, Bekerja Menyalakan Lampu Dan Sebagainya. Mengapa Mereka Harus Melakukan Hal Tersebut.

Karena Dalam Sejarah Asal - Usul Hari Raya Nyepi Atau Tahun Baru Saka Ini Dan Beserta Makna Di Dalam Perayaannya, Lantas Sejarah Hari Raya Nyepi Atau Tahun Baru Saka
Meski Saat Ini Perayaan Nyepi Sangat Meriah dan Penuh Suka Cita, Tetapi Ada Sejarah Kelam di Baliknya

Dari Pertikaian Antar Suku - Suku di Atas Pemenang Kekuasaan Adalah Suku Saka Mereka Menang di Bawah Kanikskha 1 Yang Kemudian Menjadi Raja Dan di Nobatkannya Kanikskha 1 Sebagai Raja Menandai Saka Yang Jatuh Pada Tanggal 1 Bulan 1 Tahun 1 Saka Bertepatan Pada Maret Tahun 78 Masehi
Dari Kisah sejarah Hal Tersebut. Kita Dapat Melihat Bahwa Hari Raya Nyepi Adalah Peringatan Keberhasilan Kanikskha Dalam Menyatukan Bangsanya Yang Sering Bertikai," Ujarnya.

Hari Saka Kemudian di Tetapkan Sejak Tahun 78 Masehi Tersebut Dalam Satu Tahun Saka Mendapat 12 Bulan. Adapun Bulan Pertamanya Adalah Caitramasa Yang Bersamaan Dengan Maret dalam Tahun Masehi Atau Sasih Kesanga Salam Kalender Jawa dan Bali

Kalender Saka Menyebar Keberbagai Penjuru Dunia Seiring Dengan Berkembangnya Agama Hindu. Rangkaian Peringatan Pada Hari Raya Nyepi, Umat Hindu di Indonesia Punya Ragam Perayaan Seperti Berikut :
     1. Nyepi
     2.Ngambek Geni
     3. Tawur Agung
     4. Upacara Melasti, Mekeyis dan Melis.
Dan Makna Hari Raya Nyepi Bagi Umat Hindu.
Melansir Laman Dinas Kebudayaan Buleleng Filosofi Atau Makna Dari Hari Raya Nyepi Adalah Memohon Kepada Tuhan Yakni Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan Tujuannya Untuk Melakukan Penyucian Bhuana Alit (Manusia)
Dan Bhuana Agung (Alam Semesta).

(David)
©Copyright 2023 -cybernewsindonesia.id